Merangkai Kasih, Membangun Kebersamaan dalam Kristus (Kolose 3:14)

 

Ibadah Natal 2025

GJKI GO-SHINE 2025

Judul                          : Merangkai Kasih, Membangun Kebersamaan dalam Kristus

Nats                            : Kolose 3:14

 

“Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.”

 

Pendahuluan:

-          Kasih bukan sekadar emosi, melainkan realitas teologis yang mengikat, mempersatukan, dan menyempurnakan kehidupan orang percaya.

-          Kolose 3:14 menempatkan kasih sebagai “di atas semuanya”, menunjukkan posisi kasih sebagai puncak dan fondasi seluruh karakter Kristen.

-          Paulus menasihati jemaat agar hidup dalam identitas baru di dalam Kristus.

-          Kasih (agapē) digambarkan sebagai “pengikat” (sundesmos) yang menyatukan seluruh kebajikan rohani.

Tujuan Khotbah:

1.      Menolong jemaat memahami asal-usul rusaknya kasih.

2.      Menunjukkan pemulihan kasih melalui Kristus.

3.      Mengarahkan jemaat untuk hidup dalam kasih agapē sebagai dasar kebersamaan.

 

Realitas Kehilangan kasih dalam sejarah Manusia

a.      Kejatuhan Manusia: Adam-Hawa

-          Dosa pertama memutus relasi harmonis antara manusia dan Allah.

-          Akibatnya, manusia kehilangan kemuliaan Allah, termasuk sifat kasih ilahi.

-          Manusia saling menyalahkan satu dengan yang lain

b.      Kain dan Habel

-          Dosa tidak berhenti pada relasi vertikal, tetapi merusak relasi horizontal.

-          Kasih berubah menjadi kecemburuan, kebencian, dan kekerasan bahkan pembunuhan

Realitas masa kini

-          Ada banyak kasus pemerkosaan, pembunuuhan dan berbagai bentuk kejahatan lainnya yang terjadi antar manusia, bahkan terjadi didalam rumah tangga

-           

Apa penyebabnya?

Secara Teologis Roma 3:23 berkata “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah.”

-          Kehilangan kemuliaan Allah berarti kehilangan kemampuan mengasihi secara benar.

-          Kasih manusia menjadi terbatas, egoistis, dan bersyarat.

 

Pertanyaan Eksistensial: Bagaimana Memperbaiki Kerusakan Ini?

Manusia tidak akan bisa dan tidak akan pernah bisa merubah segala bentuk kejahatan yang sudah terjadi. Allahlah yang berinisiatif memulihkan keadaan manusia dengan jalan memulihkan kasih manusia.

Jawaban Injil: Yohanes 3:16

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini…”

-          Kasih Allah mendahului pertobatan manusia.

-          Pemberian Anak Tunggal adalah tindakan kasih agapē yang absolut.

Hal itu memberikan identitas baru bagi setiap orang yang percaya,  menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat

Kolose 3:12 : Orang percaya disebut:

n  Orang pilihan Allah

n  Dikuduskan

n  Dikasihi

n  Kasih bukan hasil usaha manusia, melainkan anugerah yang diterima.

Pentingnya Percaya kepada Yesus:

a.       Percaya Yesus sebagai Jalan Menerima Kasih

-          Percaya kepada Yesus adalah pintu masuk untuk mengalami kasih Allah.

-          Tanpa iman, manusia tidak dapat mengenal kasih sejati.

b.      Percaya Yesus sebagai jalan mengenal Allah

-          1 Yohanes 4:8 berkata “Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.”

-          Melalui percaya kepada Yesus kita mengerti bahwa kasih bukan sekadar sifat Allah, tetapi hakikat-Nya.

-          Melalui-Nya kita mengenal Allah, dan mengenal Allah berarti hidup dalam kasih.

c.       Percaya Yesus membuat kita tetap dalam kasih Allah

-          1 Yohanes 4:16 berkata “Barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah.”

-          Relasi timbal balik: tinggal dalam kasih = tinggal dalam Allah.

-          Hanya manusia yang dipulihkan oleh Allah yang mampu mengasihi secara benar.

 

Setelah mangalami Kasih Allah maka dalam Hubungan orang percaya, Paulus berpesan supaya MENGENAKAN KASIH (Kol 3:14).

a.      Perintah “Mengenakan” Kasih

-          Kasih bukan sesuatu yang otomatis, tetapi harus “dikenakan” secara sadar dan terus-menerus.

-          Menggambarkan tindakan aktif dan komitmen rohani.

b.      Empat Jenis Kasih dalam Bahasa Yunani

  Agapē – kasih tanpa syarat (kasih ilahi)

  Philia – kasih persahabatan

  Storgē – kasih keluarga (orang tua–anak)

  Eros – kasih antara suami dan istri

c.       Posisi Agapē

-          Agapē adalah fondasi yang menopang semua bentuk kasih lainnya.

-          Tanpa agapē  maka  philia, storgē, dan eros mudah rusak.

-           

PERAN PENTING KASIH AGAPE

1.      Agape sebagai dasar merangkai kebersamaan

a.       Keberhasilan relasi manusia

a.       Persahabatan

b.      Keluarga

c.       Pernikahan

d.      Komunitas gereja

sangat ditentukan oleh sejauh mana seseorang telah mengalami kasih agapē (kasih dari Tuhan)

b.      Kasih Agapē Bersifat Menyelamatkan dan Memulihkan

-          Tidak bersyarat

-          Tidak tergantung respons manusia

-          Mengalir dari Allah kepada manusia, lalu kepada sesama

2.      Kasih Agape sebagai penyempurna Karakter Orang Percaya

Dalam Kolse 3:12-13 diuraikan oleh Paulus tentang karakter penting yang

-          Belas kasihan

-          Kemurahan

-          Kerendahan hati

-          Kelemahlembutan

-          Kesabaran

-          Pengampunan

-          Kasih (Agape)

Posisi Kasih Agape (Kolose 3:14) “Di atas semuanya itu kenakanlah kasih”. Kasih agapē menyatukan dan menyempurnakan seluruh karakter tersebut. Kasih adalah karakter tertinggi dan penentu kedewasaan rohani.

 

KESIMPULAN

a.    Allah Mengasihi Manusia yang Berdosa

-          Kasih Allah tidak dibatalkan oleh dosa manusia.

-          Pemberian Kristus adalah bukti kasih yang sempurna.

c.       Kristus Melahirkan Kasih Baru dalam Hidup Orang Percaya

-          Ketika Kristus “lahir” dalam hidup seseorang, kasih Allah dicurahkan.

-          Kasih tanpa syarat memampukan kita mengasihi orang lain.

d.      Ukuran Kedewasaan Kasih

-          Kesempurnaan dalam mengasihi Tuhan dan sesama

-          Ditentukan oleh seberapa dalam seseorang telah mengalami kasih Tuhan.harus dimiliki


PENUTUP

Kasih bukan sekadar ajaran, tetapi kehidupan yang mengalir dari Allah melalui Kristus kepada manusia. Ketika kasih agapē dikenakan, kebersamaan dibangun, relasi dipulihkan, dan komunitas Kristen menjadi cermin kasih Allah di dunia.

Biarlah kasih Agape, Kasih dari Allah itu terus melimpah dalam hati kita, dalam hidup kita supaya menjadi pengikat didalam hubungan, biarlah kesatuan yang utuh terjadi dalam relasi kita dan kesempurnaan karakter Kristiani terjadi dalam kehidupan kita sebagai individu yang dikasihi Allah.

 

Amin

 

17 Desember 2025

Pdt. Naysalmin Lumbaa, M.Th

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berkata dengan akal budi (Amsal 10:19)

Yesus dan Dua Orang Buta di Yerikho: Pelajaran Iman yang Mengubahkan (Eksposisi Matius 20:29–34) Oleh Pdt. Naysalmin Lumbaa, M.Th

Perjalanan Iman Para Gembala Bagian 3: Usaha Para Gembala Bertemu Kristus