Berdoa ( Sesi 1) DOA YANG SALAH

 

Berdoa ( Sesi 1)

DOA YANG SALAH

Matius 6: 5 – 8

Naysalmin Lumbaa, M.Th

 

          Berdoa berasal dari kata dasar doa. Kata Doa dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia artinya permohonan ( harapan, permintaan, pujian ) kepada Tuhan. Banyak pemberita firman sering menyampaikan bahwa “doa adalah nafas hidup orang percaya”.  Kalimat ini mengandung makna kalau tidak berdoa berarti tidak bernafas, kalau tidak bernafas berarti mati. Berarti orang yang berdoa adalah orang yang masih hidup, sebaliknya orang yang hidup seharusnya berdoa.

          Dalam konteks ayat yang kita baca ini,  kita dapat melihat bahwa Tuhan Yesus mengkritik cara berdoa yang salah, cara berdoa yang tidak baik, cara berdoa yang tidak akan pernah didengar oleh Tuhan, cara berdoa yang tidak akan pernah mendapatkan jawaban dari Tuhan. Maka mari kita menyelidiki seperti apa cara berdoa yang salah dan seperti apa cara berdoa yang seharusnya.

Pertama-tama kita menganalisa cara berdoa yang salah yang dikritik oleh Tuhan Yesus  :

 

1.     Berdoa seperti orang munafik ( Ayat 5a dan 5b)

“Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang”

 

Cara berdoa seperti ini biasanya dilakukan oleh orang-orang farisi.  Kita dapat melihat cara mereka berdoa :

a.      Berdoa dengan sikap berdiri dalam rumah-rumah ibadat

b.     Berdiri ditikungan-tinkungan jalan

Pertanyaan: Apakah salah jika kita berdiri saat berdoa?

Pada waktu berdoa, posisi badan kita bisa saja berdiri, duduk, bersujud, menyembah ketanah, semua itu tidak salah. Tuhan Yesus mengkritik orang Farisi karena  MOTIVASI mereka yang salah saat berdoa. Mereka berdoa supaya dilihat orang lain sebagai orang yang lebih rohani, mereka menyombongkan diri, mereka meninggikan diri dan sering merendahkan orang lain. Motivasi orang Farisi ini jelas tidak bisa dibenarkan oleh Tuhan.

Mari kita lihat contoh dalam  Lukas 18:10-14

Orang Farisi berkata : Ya Allah aku mengucap syukur kepada-Mu karena aku tidak sama seperti semua orang lain

- aku bukan perampok

- aku bukan pezinah

- bukan pemungut cukai ( pemungut cukai adalah orang yang dibenci dan disebut orang berdosa, karena memungut cukai/ pajak lebih dari seharusnya, mereka disebut pencuri )

- aku berpuasa dua kali seminggu

- aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku

Orang Farisi membanggakan dirinya sendiri bahwa ia sempurna dalam menjalankan ibadah, ia merasa sempurna dalam menjalankan ajaran Taurat, dia merasa tidak bersalah, ia tidak punya kekurangan seperti orang lain, dan disisi lain merendahkan orang lain (pemungut cukai).

Sikap sombong/meninggikan diri dan merendahkan orang lain adalah dua sikap yang sangat bertentangan dengan ajaran Tuhan Yesus Kristus.

 

Yang benar bagaimana?

Tuhan Yesus mengatakan, kalau kamu berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat yang tersembunyi ( Ayat 6a)

Pertanyaan: Apakah boleh berdoa waktu kita di mobil dalam perjalanan? Apakah kita boleh berdoa saat ditempat makan? Apakah kita boleh berdoa waktu di tempat kerja?

Ayat ini harus dimaknai dengan benar. Doa ini berbicara tentang doa syafaat pribadi, artinya Tuhan Yesus mau ketika kita berdoa,  kita membangun hubungan secara pribadi dengan Tuhan. Mengapa harus dikamar atau ruang khusus supaya kita bisa leluasa cerita kepada Tuhan, tanpa gangguan dari orang lain, konsentrasi penuh, kita bisa bebas mengadu kepada Bapa kita. Kalau tidak ada tempat untuk kita berdoa bukan berarti kita tidak perlu berdoa. 

Komitmen dan kerinduan untuk membangun hubungan dengan Tuhan itu penting. Sebagai tanda bahwa kita " memerlukan Tuhan", " mengandalkan Tuhan" dalam kehidupan kita. Namun perlu disadari bahwa kalau kita sudah rajin berdoa, kita tidak perlu “Menyombongkan diri”, dan Merendahkan orang lain. Kita tidak perlu mencari pujian manusia. Yang kita cari saat berdoa ialah perkenanan Tuhan dan jawaban dari Tuhan, bukan perkenanan manusia.

Kehidupan rohani kita harus menjadi teladan bagi orang lain, harus menjadi contoh buat orang lain, kita harus menjadi berkat. Ada waktu dimana kita juga harus berdoa dihadapan orang lain, misalnya saat kita sedang berkumpul dan makan bersama dengan keluarga atau rekan-rekan, entah semua orang percaya atau tidak, kita perlu memperlihatkan kehidupan kita yang sesungguhnya, bahwa kita hidup dalam doa. Ada yang tidak mau berdoa karena malu dilihat orang lain, ada yang tidak mau berdoa karena takut dianggap rohani.  Sisi lain ada yang tidak pernah berdoa, tetapi pada saat bersama dengan orang lain barulah berdoa supaya dilihat orang lain.Ini juga keliru. Kita melakukan bukan karena kita haus pujian, bukan karena kita malu atau takut akan penilain orang. Motivasi kita harus benar, bukan menyombongkan diri, bukan untuk mendapatkan pujian manusia tetapi supaya iman kita bisa menjadi teladan bagi orang lain, nama Tuhan dipermuliakan.

 

2.     Bertele-tele

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata bertele-tele memiliki arti bercakap-cakap tidak jelas ujung pangkalnya; melantur-lantur. Kata-katanya diulang-ulang sehingga doanya tidak jelas maksud dan tujuannya.

Orang Yahudi mengulang-ulang kata saat berdoa. Mereka bertele-tele karena mereka menggangap semakin "banyak kata" yang diucapkan maka doa mereka pasti di dengar. Ini doa yang salah. Inti doa mereka tidak jelas.  Cara mereka membuktikan bahwa mereka tidak mengenal Allah.  Mereka tidak yakin terhadap apa yang mereka doakan , sehingga mengulang kata-kata dalam doanya.  Kata-kata dalam doa mereka menjadi kata-kata yang hambar, kata-kata yang melantur dan tidak jelas.

 

Yang benar bagaimana?

Tuhan Yesus mengharapkan umatnya berdoa dengan iman yang teguh kepada Bapa melaui Yesus Kristus sebagai perantara kita. Saat kita berdoa kita beriman kepada Allah bahwa Ia mendengar doa kita dan menjawab doa kita sesui dengan kebutuhan kita. Karena ia tahu apa yang kita butuhkan, bahkan sebelum kita memohon kepada-Nya. Ayat 8“Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.

Saya yakin bahwa kita semua adalah orang-orang yang mau mengenal Allah lebih lagi. Mari kita berdoa dengan jelas, kita berdoa dengan Iman kepada Bapa disurga. Sampaikan apa yang menjadi kerinduan dan pergumulam masing-masing.  Berdoa memang tidak perlu bahasa yang bagus, kata-kata yang tertata dengan baik. Tetapi Tuhan Yesus mau supaya apa yang kita doakan itu “ JELAS dan dengan IMAN”.

TUHAN memelihara kita bukan hanya berkat materi, tetapi berkat-berkat Rohani, pemeliharaan Allah sempurna sampai kita masuk surga, sampai dilangit dan bumi yang baru.

 

Kesimpulannya :

DOA yang benar ialah:

DOA didasari oleh Motivasi yang benar. Doa kita harus disampaikan dengan motivasi yang murni, bukan untuk kesombongan diri

DOA berdasar pada IMAN.  Doa disampaikan dengan jelas dan dengan Iman, karena Dia mengerti apa yang kita butuhkan.

 

TUHAN YESUS MEMBERKATI

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berkata dengan akal budi (Amsal 10:19)

Yesus dan Dua Orang Buta di Yerikho: Pelajaran Iman yang Mengubahkan (Eksposisi Matius 20:29–34) Oleh Pdt. Naysalmin Lumbaa, M.Th

Perjalanan Iman Para Gembala Bagian 3: Usaha Para Gembala Bertemu Kristus